Dalam workshop tersebut, Bapak Yuana Agus Dirgantara, M.Pd. memberikan penguatan mengenai pentingnya pendidikan yang berakar pada nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan karakter Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ruang bagi murid, guru, dan karyawan untuk memahami bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga perlu membangun karakter yang selaras dengan nilai-nilai budaya di lingkungan tempat pendidikan berlangsung. Melalui implementasi Pendidikan Khas Jogja, warga sekolah diharapkan semakin mengenal, memahami, dan menghidupkan nilai-nilai budaya Yogyakarta dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, semoga penerapan Pendidikan Khas Jogja di SMAN 1 Pakem dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari budaya sekolah. Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan pembelajaran, tetapi juga tercermin dalam sikap, perilaku, dan interaksi seluruh warga sekolah. Dengan demikian, SMAN 1 Pakem dapat terus menumbuhkan generasi yang berkarakter, berbudaya, berprestasi unggul, dan berdaya saing, tanpa kehilangan akar budaya Yogyakarta.
